Materi IPA Kelas 6 SD

 السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Sistem Tenaga Listrik


    Selama ini kita sering menikmati energi listrik, bahkan tidak dapat lepas darinya. Di zaman modern ini, hampir semua peralatan di lingkungan kita berhubungan dengan energi listrik. Tahukah adik-adik dari mana energi listrik berasal? Bagaimana energi listrik dapat sampai hingga ke rumah kita? Energi listrik dapat sampai ke konsumen dengan sistem penyaluran energi listrik. Sistem penyaluran energi listrik terbagi dalam beberapa nagian yang disebut dengan Sistem Tenaga Listrik (STL). Sistem tenaga listrik adalah rangkaian instalasi penyaluran listrik yang terbagi menjadi pembangkitan, transmisi atau penyaluran, distribusi, dan konsumen.

    Pembangkitan adalah proses di mana listrik dibangkitkan. Listrik adalah suatu energi di mana energi hanya dapat diubah, maka energi listrik berasal dari pengubahan energi, dapat dari energi apapun. Contoh: PLTA (Pusat Listrik Tenaga Air) dari energi air, PLTU (Pusat Listrik Tenaga Uap) dari uap panas, dan PLTD (Pusat Listrik Tenaga Diesel) yang memakai bahan bakar minyak. Prinsip pembangkitan energi listrik pada dasarnya energi awal dipakai untuk memutar turbin yang terhubung dengan generator. Dalam generator ada kumparan dan magnet yang digerakkan oleh turbin, sehingga menghasilkan elektromagnetik yang akan memperoleh tenaga listrik.
    
    Transmisi adalah proses penyaluran listrik dari pembangkitan. Tegangan dari pembangkitan dinaikkan menjadi tegangan standar transmisi di Indonesia yaitu ada 70kV, 150 kV yang diklasifikasikan sebagai tegangan tinggi (TT) dan 500 kV, yang diklasifikasikan sebagai Tegangan Ekstra Tinggi (TIET). Saluran transmisi terdiri dari saluran udara yang biasa disebut SUTET dan kabel bawah tanah yang biasa disebut SKTT. Untuk saluran udara yang biasanya terlihat dari tower-tower listrik yang besar, makin tingi tegangannya makin besar struktur towernya.

    Distribusi adalah proses penyaluran dari transmisi hingga ke konsumen. Distribusi terbagi menjadi distribusi primer dan sekunder. Distribusi primer adalah penyaluran listrik dari transmisi yang telah diturunkan tegangannya oleh trafo step-down menjadi 20 kV yang diklasifikasikan sebagai tegangan menengah (TM), dan disalurkan melalui penyulang-penyulang (feeder). Distribusi sekunder adalah saluran dari trafo step-down distribusi hingga ke kWh pelanggan, tegangan pada distribusi sekunder adalah tegangan pakai yaitu 380/220 Volt yang diklasifikasikan sebagai tegangan rendah (TR).

    Konsumen adalah pemakai jasa tenaga listrik. Konsumen terbagi menjadi bebrapa bagian tergantung tegangan yang dipakai oleh konsumen tersebut. Konsumen biasa (untuk rumah tinggal atau kantor) pada umumnya memakai tegangan tegangan rendah yang disebut Konsumen TR dengan tegangan pakai 380/220 Volt, konsumen TR ini menerima suplai listrik dari saluran distribusi sekunder. Pemakaian listrik untuk bisnis seperti mall, hotel, maupun industri menengah biasanya menggunakan listrik tegangan menengah yang disebut dengan konsumen TM. Konsumen TM ini mendapat suplai listrik langsung dari penyulang distribusi primer. Untuk konsumen industri besar seperti pabrik semen yang membutuhkan daya listrik besar biasanya berlangganan listrik tegangan tinggi yang disebut konsumen TT. Suplai listrik biasanya langsung didapatkan dari saluran transmisi tegangan tinggi.



    






Komentar